WOW! PATUT DITIRU GUBERNUR LAIN, GANJAR
PRANOWO BANTU RP87,5 MILIAR DESA WISATA
Pemerintah
Provinsi Jawa Tengah memang sedang fokus mengembangkan desa wisata di tiap
daerahnya. Tujuannya, dengan kreatifitas warga bisa terbantu sejahtera.
Gubernur
Jawa Tengah Ganjar Pranowo selalu berkeliling ke desa-desa dan melihat potensi
untuk bisa dikembangkan menjadi desa wisata.
Hasilnya,
saat ini menurut Ganjar Pranowo ada 818 desa wisata di Jawa Tengah yang jadi
primadona.
Dari tahun 2020
hingga 2023, Pemprov Jawa Tengah telah menganggarkan 87,5 miliar untuk bantuan
pengembangan desa wisata.
Nominal
bantuan menyesuaikan kategori desa wisata. Desa wisata maju dibantu Rp1 Miliar,
desa wisata berkembang Rp500 juta dan desa wisata rintisan Rp100 juta.
"Setiap
tahun kita selalu upayakan agar desa wisata primadona itu naik kelas agar desa
lain bisa menyusul," ujar Ganjar Pranowo di akun medsosnya.
Selain
dikelola langsung oleh desa, Ganjar Pranowo mengaku Pemprov Jawa Tengah juga
melakukan pendampingan lewat pemberian bantuan sampai membuka kemitraan dengan
perusahaan maupun perguruan tinggi agar bisa menggali dan mengoptimalkan
seluruh potensi.
"Jadi,
yuk piknik ke desa wisata di Jateng. Salah satunya yang ada di kawasan Candi
Borobudur. Banyak sekali ragam isiannya. Mulai dari pertunjukan, sport wisata
yang menarik, kerajinan tangan, keliling naik jeep sampai wisata kuliner,"
promosi Ganjar Pranowo.
Ganjar
Pranowo juga tidak ragu menyampaikan kalimat promosi untuk desa-desa wisata di
berbagai akun media sosialnya.
Tujuannya,
tidak lain agar para pelancong domestik bahkan luar negeri bisa berkunjung.
"Ada
juga Desa Wisata Kemuning di Karanganyar, Desa Kandri di Kota Semarang, Desa
Dawuhan di Banjarnegara, Desa Pekunden di Banyumas, Desa Sambongrejo Blora dan
masih banyak lagi yang lainnya. Yuk piknik," tandasnya.
Jumlah Desa
Wisata di Jawa Tengah tiap tahun terus bertambah. Hingga saat ini, provinsi
yang dipimpin Ganjar Pranowo telah memiliki sebanyak 818 desa wisata yang
tersebar di 35 kabupaten/ kota.
Kasi
Pengembangan Daya Tarik Wisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata
(Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Riyadi Kurniawan menyampaikan, beberapa
tahun lalu hanya ada sekitar 500 desa wisata, kemudian naik menjadi 717 desa
wisata, dan sampai saat ini sudah 818 desa wisata.
Masing-masing
desa wisata diharapkan mempunyai keunikan tersendiri, atau memiliki perbedaan
antara satu desa dengan desa wisata lainnya.
Ditambahkan,
desa wisata tersebut saat ini masih berkembang dan beroperasi meski beberapa
waktu lalu terbentur pandemi Covid-19.
Hal itu
dapat memicu bangkitnya perekonomian masyarakat Jawa Tengah pascapandemi.
Sehingga, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya mengembangkan potensi
desa wisata.

Komentar
Posting Komentar