SUARA BERGETAR BHARADA E MEMINTA MAAF

SUARA BERGETAR BHARADA E MEMINTA MAAF
Usai didakwa melakukan pembunuhan
berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Bharada Richard
Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E membacakan pernyataannya. Dia menitikkan
air mata saat membaca pernyataan dalam secarik kertas itu.
Setelah selesai sidang pembacaan
dakwaannya, Eliezer atau Bharada E menghampiri wartawan. Kemudian, dia
mengeluarkan secarik kertas dari saku kemeja putihnya.
Berikut
pernyataan lengkap Bharada E.
"Mohon izin, sekali lagi, saya
menyampaikan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya untuk kejadian yang
menimpa Bang Yos, saya berdoa semoga almarhum Bang Yos diterima di sisi Tuhan
Yesus Kristus dan untuk keluarga almarhum Bang Yos, Bapak, Ibu, Reza, serta
seluruh keluarga besar Bang Yos, saya memohon maaf.
Semoga permohonan maaf saya ini, dapat
diterima oleh pihak keluarga, Tuhan Yesus selalu memberikan kekuatan dan
penghiburan buat keluarga Bang Yos.
Saya sangat menyesali perbuatan saya,
namun saya hanya ingin menyatakan bahwa saya hanyalah seorang anggota yang
tidak memiliki kemampuan untuk menolak perintah dari seorang jenderal, terima
kasih.
Minggu, 16 Oktober, Rutan
Bareskrim."
Diberitakan sebelumnya, pihak Richard
Eliezer atau Bharada E tidak mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan
jaksa penuntut umum terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua
atau Brigadir J. Maka itu pihaknya tak mengajukan eksepsi atau keberatan.
"Ada beberapa catatan kami
penasihat hukum di sini dakwaannya sudah cermat tepat. Kami putuskan untuk
tidak ajukan eksepsi," kata Ronny Talapessy saat sidang di Pengadilan
Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (18/10/2022), dikutip dari
detikNews.
Sidang pun akan dilanjutkan dengan
agenda pemeriksaan saksi-saksi, namun hakim sedang merundingkan waktu
sidangnya.
Bharada E didakwa bersama-sama dengan
Ferdy Sambo melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua
Hutabarat. Eliezer disebut menembak Yosua dengan sadar dan tanpa ragu karena disuruh
oleh Ferdy Sambo.
Komentar
Posting Komentar