GERAK CEPAT BERANTAS JUDI ONLINE, 730 MILIAR DANA DIBEKUKAN

                         


 

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah lama menaruh perhatian terhadap aktivitas dana yang mengalir dalam bisnis judi online. Ratusan rekening dengan nilai ratusan miliar rupiah pun telah dibekukan, meski kerap kali muncul kembali.

 

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan, pada periode Januari-Agustus 2022, PPATK telah menghentikan transaksi pada 421 rekening yang diduga terkait kegiatan perjudian secara elektronik. Total nominal yang dihentikan dari jumlah rekening itu mencapai lebih dari Rp 730 miliar.

 

"Ini mengenai penghentian transaksi ya sama jumlahnya," kata dia melalui pesan singkat, Senin, 22 Agustus 2022.

 

Menurut Ivan, besarnya aktivitas transaksi ini menyusul perkembangan teknologi yang semakin canggih, sehingga menjadi salah satu keuntungan yang dimanfaatkan oleh para pelaku penyedia layanan judi online untuk mengembangkan aksinya sekaligus menjauhkan hasil judi online agar tidak dapat terendus aparat.

 

Selain itu, dia juga berpendapat, kegiatan judi online menjadi marak karena besarnya permintaan dari pemain judi online yang merupakan masyarakat Indonesia sendiri. Karena adanya demand maka penyedia judi online terus tumbuh dan dengan mudah berubah bentuk apabila operasi mereka terdeteksi oleh penegak hukum.

 

Sejak 2019 sampai dengan 2022, PPATK telah menyampaikan 25 kasus judi online ke aparat penegak hukum. Sebelum periode itu, Ivan mengungkapkan PPATK juga secara rutin melaporkan kasus yang serupa kepada aparat penegak hukum, namun aktivitas masih terus bermunculan karena peran teknologi.

 

“Mereka kerap melakukan pergantian situs judi online baru, berpindah-pindah dan berganti rekening. Bahkan menyatukan hasil judi online tersebut dengan bisnis yang sah,” ujar Ivan.

 

Oleh sebab itu, Ivan berpendapat perlu kerja sama yang baik antara aparat penegak hukum maupun masyarakat sebagai entitas terdekat dengan aktivitas perjudian online maupun perjudian darat untuk memberantasnya. PPATK akan berperan sebagai pemberi informasi.

 

“PPATK tentu berkolaborasi dengan aparat penegak hukum dengan memberikan sejumlah informasi intelijen keuangan mengenai aliran dana yang diindikasikan terkait dengan judi online dan secara simultan melakukan koordinasi,” kata Ivan.

 

Dari pantauan PPATK, Ivan mengatakan, aliran dana yang terindikasi judi online mengalir ke berbagai negara di kawasan Asia Tenggara seperti Thailand, Kamboja, Filipina. Selain itu, aliran dana terindikasi judi online ini pun diduga mengalir hingga ke negara suaka pajak atau tax haven.

 

"Oleh sebab itu, ini akan menjadi tantangan tersendiri untuk menelusuri aset yang nilainya mencapai ratusan triliun per tahunnya dan membawanya kembali ke Indonesia atau repatriasi," kata Ivan.

 

Sebelumnya, PPATK menyatakan tengah berkoordinasi dengan tim penyidik kepolisian soal dugaan jaringan judi online yang dipimpin Ferdy Sambo--tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Koordinator Kelompok Substansi Humas PPATK Natsir Kongah mengatakan komunikasi PPATK dengan kepolisian terus berlangsung.

 

Kendati begitu, Natsir menyebut PPATK memang sering melakukan penelusuran soal transaksi judi online dan berkoordinasi dengan tim penyidik, seperti kasus Binomo. Ia mengatakan, muncul 80 hasil analisis yang PPATK sampaikan pada penyidik ihwal kasus Binomo beberapa waktu lalu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BARESKRIM TETAPKAN EKS PIMPINAN DAN PEMIMPIN ACT JADI TERSANGKA

HUMAS SETKAB TERIMA KUNJUNGAN 360 MAHASISWA UNIVERSITAS MERCU BUANA

CUMA UNTUNGKAN SATU PIHAK, RENCANA PERDAMAIAN PRABOWO SOAL UKRAINA-RUSIA DITOLAK!